Saatnya…….. Pak SBY, MENEGAKKAN PRESIDENSIIL
Wapres bukan rekomendasi partai adalah sebuah pilihan
Pemilu Legislatif telah usai, Saatnya kita dewasa Berpolitik
.
.
.
Sikap hati hati dan penuh perhitungan tidak reaktif dan santun dari pak SBY mampu menghipnotis pemilih untuk kemudian memberikan kepercayaannya pada Partai Demokrat pada pemilu legislative 9 april lalu.
Melihat pada kenyataan pemilih yang lebih banyak mencontreng tanda gambar bukan nama caleg mengindikasikan bahwa pemilih Partai Demokrat dan partai partai lain adalah pemilih yang tertarik pada figure yang ditawarkan partai yang untuk kemenangan PD. Berarti figure pak SBY yang menarik minat pemilih.
Beberapa permasalahan yang masih tersisa atas pemilihan legislatif yang telah digelar semestinya dicermati dengan bijak dan dewasa dalam bersikap dari para elite politik partai partai, baik yang menang maupun yang kalah.
Saatnya kita menegakkan kontitusi bangsa ini dengan melanjutkan proses demokrasi berikutnya yaitu pemilihan presiden.
Koalisi, adalah sebuah keharusan
Pengalaman kinerja pemerintahan pak SBY masa lalu yang kerap terganggu dengan lemahnya parlemen pendukung pemerintah dan inkonsitensi “partai pemerintah”, maka sangat tepat pembelajaran ini membuahkan sikap lebih tegas dan berhati hati dalam membangun koalisi kedepan.
Koalisi partai selayaknya dibangun berdasarkan kesamaan ideologi visi dan misi partai, oleh karenanya konsepsi ideologi Nasionalis Religius yang diusung oleh PD harus mampu diterjemahkan dengan baik untuk menjadikan perekat koalisi partai yang akan mendukung pemerintahan pak SBY ke depan.
Dengan semangat Nasionalis religius yang diusung PD maka, PD adalah satu satunya partai yang mampu melakukan kerja politik bareng dengan kelompok nasionalis dan kelompok Islam ( religius ).
Dalam berkoalisi pilihan pertama adalah kembali mempertimbangkan anggota koalisi 2004 yang lalu diteruskan dengan catatan catatan yang perlu disepakati bersama berdasarkan pengalaman perjalanan pemerintahan sejak 2004.
Koalisi nanti diharapkan tidak hanya untuk menghadapi pemilihan presiden Juli mendatang, tapi berlanjut pada lembaga eksekutif dan legislatif. Koalisi yang akan datang harus berdasarkan kontrak politik yang jelas. Semuanya harus tertulis dan diumumkan kepada rakyat.
Ini adalah sebuah pembelajaran etika berpolitik Indonesia yang berdasarkan pada sikap musyawarah mufakat dengan sikap “demokrat” (menjujung tinggi keputusan yang telah dibuat bersama).
Presidensiil, adalah sistem pemerintahan Indonesia
Sistem presidensiil adalah sistem pemerintahah dimana presiden memiliki posisi yang relatif kuat dan tidak dapat dijatuhkan karena rendahnya dukungan politik, meski ada mekanisme untuk mengontrol presiden dari parlemen. Jika presiden melakukan pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap negara, dan terlibat masalah kriminal, , posisi presiden bisa dijatuhkan.
Melihat pada hal hal tersebut diatas, maka paK SBY memiliki peluang untuk menegakkan prinsip prinsip presidensiil diman Presiden memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri yang memimpin departemen dan non-departemen.
Relawan SBY meyakini pak SBY mampu memulai penegakan Reformasi dengan menjalankan amanat konssitus yatu membangun kekuatan presidensiil yang salah satunya dengan memilih wakil presiden tidak karena rekomendasi partai partai tetapi lebih melihat pada kemampuan kerja dan kapasitas pemahaman politik dan pemerintahan ke depan mendampingi presiden.
Zaken Kabinet ( kabinet ahli ) dapat dibentuk pak SBY dengan melibatkan partai politik pendukung ( anggota koalisi ) untuk menentukan kader terbaiknya berdasarkan profesionalitas bukan pertimbangan penghargaan politik semata.
Partai Politik Mengecewakan adalah sebuah kenyataan
Sejak runtuhnya rezim Orde Baru, kita telah memperoleh kebebasan dalam berpendapat, bersikap, dan bertindak, bahkan Indonesia dianggap sebagai negara paling demokratis. Tetapi yang terjadi hanya demokrasi pilih – memilih dan belum menghasilkan tanpa peningkatan kecerdasan memilih.
Pemilu, pilpres, dan pilkada hasilnya belum menyentuh kebutuhan rakyat karena hanya dinikmati oleh lingkaran para pelaku dan kelompok-kelompok yang terlibat dalam proses pilih-memilih.
Sejak bergulirnya era reformasi, semua parpol dan semua komponen bangsa Indonesia saling berlomba menyatakan tekadnya untuk melakukan perbaikan. Mereka akan mempertahankan NKRI, mensejahterakan rakyat, memandirikan bangsa serta mengawal Indonesia menuju kejayaannya. Akan tetapi apakah benar mereka seperti janji janjinya, sementara kita lihat beberapa hal yang mengecewakan dari partai politik dan elit partainya semisal :
Partai hanya membuat sensasi ( Penghargaan guru bangsa untuk musuh reformasi, Menyatakan anti korupsi tapi kadernya melakukan korupsi, Siap menjadikan kader suara terbanyak menjadi caleg terpilih tetapi dalam penyusunan caleg bukan berdasarkan abjad, Kontrak politik basa basi tanpa esensi tapi masuk MURI, beriklan besar besaran tapi laporan dana kampanye tidak besar )
Elit partai saling serang ( saling memperolok, saling merendahkan, saling mengklaim dan mengkoreksi tapa data valid )
Elit partai memainkan dagelan Politik ( koalisi tanpa konsepsi ideologi, silaturahmi basa basi, bangunan kelompok, blok atau poros tanpa prinsip kejuangan kebangsaan sekedar poros perjuangan kekuasaan )
Untuk Pak SBY, relawan siap memenangkan siapapun wapresnya
Melihat pada potensi yang dimiliki oleh pak SBY dan PD maka saatnya pak SBY menjadi pengajar peradaban politik Indonesia dengan kesantunan dan etika politik yang cerdas.
Potensi pak SBY untuk menjadi pelaksana reformasi Indonesia sangat besar dengan melakukan beberapa pembelajaran politik pada bangsa ini, antara lain :
Menegakkan sistem Presidensiil yang telah disepakati dalam UUD dengan cara membangun zaken kabinet bukan kabinet akomodatif berdasar transaksi politik.
Membangun Koalisi parlemen berdasarkan kesamaan ideologi dan visi misi partai dan dilakukan transparan diketahui oleh masyarakat sehingga masyarakat mampu berperan sebagai “penilai” partai politik
Dengan koalisi yang lebih permanen, maka SBY telah memberikan kesempatan pada partai non pemerintah untuk menjalankan fungsi kontrolnya dengan baik yaitu dengan terkumpulnya mereka menjadi partai oposisi dengan kejelasan prinsip kerja
Mencermati pada manuver politik yang dilakukan oleh partai partai politik yang ada maka dengan tegas dan jelas disampaikan bahwa “PAK SBY TIDAK PERLU RAGU RAGU MENETAPKAN CAWAPRES”, karena kami relawan siap bekerja bergerak bekerjasama dengan Partai Demokrat dan Partai Pendukung memenangkan pak SBY dalam Pemilihan Presiden mendatang.
Kami mengusulkan, Pak SBY yang memutuskan
Mencermati perkembangan poltik akhir akhir ini maka dengan ini disampaikan bahwa Relawan SBY telah melakukan perombakan struktur yang salah satunya adalah menempatkan Bapak Setiawan Djody sebagai Ketua Dewan Pembina mengantikan Bapak HM Darmizal.
Hal lain yang telah kami cermati adalah dirasa perlu memberikan usulan kepada pak SBY tentang beberpa hal yaitu :
- Mengusulkan, pak SBY untuk tidak mengambil nama cawapres yang diusulkan oleh partai partai pendukung / peserta koalisi, dengan pertimbangan dalam menjalankan pemerintahan tidak akan terjadi matahari kembar ataupun kesan putra mahkota pak SBY untuk 2014.
- Mengusulkan, pak SBY membentuk zaken kabinet meski berasal dari partai peserta koalisi, para menteri haruslah nama nama yang memiliki kapabilitas dalam bidangnya dan menyepakati tidak akan menjadi pengusrus partai selama menjabat menjadi anggota kabinat.
- Mengusulkan, pak SBY sebagai presiden memerintahkan menteri dalam negeri beserta jajaran pemerintah daerah, membantu dengan sepenuhnya pembenahan DPT untuk pemilihan presiden mendatang
Dengan kekuatan rakyat yang telah dihimpun oleh Relawan SBY di seluruh tanah air yang salah satunya adalah kesiapan 4 partai lokal Aceh menyerahkan dukungan kepada pak SBY melalui Relawan, maka kami merasa, dengan Ijin Allah SWT, relawan SBY mampu memenangkan Pak SBY menjadi Presiden 2009 – 2014.
Saatnya Indonesia bangkit bermartabat dengan menegakkan konstitusi…. INDONESIA ADALAH NEGARA DENGAN SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIIL BUKAN PARLEMENTER.
Relawan ……. Bersatu
SBY……… Menang
Jakarta 26 April 2009
Dewan Pimpinan Nasional
Relawan SBY
| .
. . Faisal Reza Yoenoes Ketua umum 08159814567 |
.
. . Suryokoco Adiprawiro Sekretaris Jendral 085865275733 |



