[ rakyatmerdeka.co.id Sabtu, 22 Agustus 2009, 01:28:22 ] Keinginan SBY-Boediono membentuk kabinet yang bersih dan profesional, menuai dukungan. Duet ini mendapat masukan dari berbagai kalangan agar keinginan itu tercapai. Penunjukan menteri memang hak prerogatif presiden, namun Ketua Umum Relawan SBY, Faisal Yoenoes Riza berharap setiap calon menteri (camen) “ditelanjangi” terlebih dahulu.
“Penelanjangan itu berbentuk penyelidikan dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap latar belakang para calon anggota kabinet,” katanya kepada wartawan, kemarin, di Jakarta.
Yang juga penting, lanjut Faisal, partai politik yang ingin mengusulkan calon menteri tidak boleh malu-malu kucing. Mereka harus berterus terang kepada masyarakat, siapa saja yang mereka sodorkan kepada SBY.
“Supaya masyarakat bisa menilai figur-figur itu, dan media massa bisa memberitakan penilaian tersebut. Apakah para calon menteri itu bersih dari kasus korupsi atau kasus lainnya. Menteri kalau sering diperiksa penegak hukum seperti KPK, akan mengganggu kinerja kabinet. Hal seperti itu sebaiknya tak terjadi lagi,” harapnya.
Selain itu, kata Faisal, membangun pemerintahan yang bersih dan tegas memberantas korupsi, harus dimulai dengan memilih calon menteri yang benar-benar bersih. Lantaran itu, tokoh parpol dan non-parpol yang cacat hukum, tidak layak ditunjuk sebagai menteri.
“Semoga kita tak terjebak kebaikan-kebaikan semu mereka yang ingin jadi menteri. Jangan sampai kita bersimpati kepada calon menteri yang berwajah malaikat, tetapi berhati iblis. Ada loh yang seperti itu. Jadi, setiap calon mesti benar-benar diperiksa latar belakangnya,” harap dia.
Menurut Faisal, guncangan politik di pemerintahan juga dapat diantisipasi sejak dini dengan memilih orang-orang yang benar-benar bersih dan profesional. “Reshufle kabinet misalnya, tak perlu terjadi apabila semua menteri berkualitas dan bersih,” tandasnya.
Sementara itu, menurut Direktur Program Strategic Indonesia Audy Wuisang, tantangan pemerintahan ke depan masih banyak. Sehingga, sangat penting bagi masyarakat memberi masukan seputar pembentukan kabinet. “Para menteri harus betul-betul bersih dan profesional, agar pemerintah bisa mensejahterakan rakyat banyak,” ujarnya.
Penyusunan kabinet yang profesional, katanya, tidak hanya bertumpu pada sektor ekonomi, tapi juga profesional dalam mengatasi kesenjangan dan persoalan sosial politik lainnya. “Seperti kesenjangan di Papua yang menimbulkan masalah keamanan,” tandasnya.
Audy menambahkan, pemerintahan lima tahun ke depan perlu dipersiapkan dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan, memproyeksikan segala persoalan dan tantangan yang akan dihadapi. Dengan demikian akan ada prioritas yang harus dituntaskan dan ditangani.
“Tanpa pemetaan persoalan dan proyeksi capaian Indonesia lima tahun ke depan, maka langkah dan kebijakan yang diambil akan terkesan parsial. Profesionalisme kabinet terletak pada titik ini. Sekaligus akan menjadi titik yang menentukan, apakah Indonesia sanggup keluar dari belitan krisis,” ujarnya. JON




sy stuju skali, jika calon2 mentri itu ditlanjangi dlu sbelum benar2 diangkat menjadi menteri guna tercapainya pemerintahan yg bersih. gak sdikit para calon pejabat akan berbuat sbaik munkin dan bersikap santun serta pduli yg mengatas namakan rakyat, dan itu hanya bertahan sampai masa plantikan. Bgtu mreka sah menjabat, maka mulailah mreka membuat daftar target pencapaian yg notabene untuk kpentingan pribad. Saya adalh slh satu pengagum berat SBY, saya simpati plus terpesona dan terkesan dg kepemimpinan nya di 2004-2009. Beliau tdk prnh mengucapkan janji, tp slalu brusaha untuk terus berbuat. Slalu menyerahkan sgala keputusan hanya k