[ rakyatmerdeka.co.id Kamis, 02 Juli 2009, 00:36:09 ] Ada kejadian unik saat Boediono berkampanye di daerah basis massa Jusuf Kalla, kemarin. Kalimat yang dilontarkan bekas gubernur Bank Indonesia itu sempat tercekat saat berorasi di hadapan massa yang memenuhi Gedung Olah Raga Matoangin, Makassar, Sulawesi Selatan.
“Saya merasa bahagia dapat berdiri di depan saudara yang memang sudah dan tempat kita banyak me…. me….,” kata Boediono.
Dia tak mampu menyelesaikan kalimatnya. Ia terdiam hampir semenit. Menyaksikan Boediono berhenti bicara, massa ikut terdiam. Suasana GOR Matoangin senyap sejenak.
Sambil menggenggam tangan, Boediono mencoba melanjutkan kalimat yang terputus. Kata dia, Makassar adalah tempat yang tepat untuk melanjutkan sejarah Indonesia. “Makassar adalah tempat kita bisa mengandalkan SBY-Boediono dapat menang. Layar sudah terkembang. Tidak ada kata berbalik. Kita maju. Ingin tim efektif? Pilih SBY-Boediono. Tim ini akan bekerja efektif dan cepat,” tegasnya. Massa pun kembali riuh.
Boediono mengingatkan para pendukung agar tetap solid hingga waktu pencoblosan. Kata dia, SBY-Boediono harus menang.
Suami Herawati itu sempat menyinggung kedekatannya dengan SBY. “Saya mengenal SBY sudah dua periode. Kami sudah pengertian. Jadi, pilihlah tim yang solid ini,” serunya.
Boediono mengatakan akan membangun kabinet yang solid dan kuat bila menjadi wakil presiden. “Saya bercita-cita tim kabinet nanti solid dan saling mendukung, bukan saling menjegal,” katanya.
Ia berjanji bila terpilih akan memayungi semua golongan. “SBY- Boediono ingin pemerintahan yang bersih bagi semua golongan, bukan hanya golongan tertentu. Kami tidak ingin campur aduk antara pemerintahan dan kepentingan bisnis. Jadi, yakinlah tanggal 8 (Juli) untuk mencontreng nomor dua,” katanya. Boediono tak lupa menyampaikan salam dari SBY untuk masyarakat Sulawesi Selatan.
Boediono yang mengenakan kemeja hijau berkampanye didampingi Herawati serta anggota tim sukses Djoko Suyanto, Syarief Hasan, Jafar Hafsah dan Hartati Murdaya.
Boediono dan rombongan tiba di GOR Matoangin pukul 12.40 WITA. Sekitar seribu orang menghadiri kampanye. Pekik “lanjutkan” yang menjadi slogan SBY-Boediono terdengar sepanjang kampanye yang dipandu Maudy Kusnadi. Dua jebolan Indonesia Idol, Joyce Tobing dan Mike Mohede menyanyikan beberapa lagu untuk menghibur massa.
Kampanye diawali pemutaran film perjalanan karir SBY dan Boediono. Dilanjutkan orasi dari Andi Mallarangeng. Ia mengajak masyarakat Sulsel memilih SBY-Boediono.
“Pasangan SBY-Boediono adalah yang terbaik untuk 2009, ini yang harus kita dukung,” ajak Andi kepada massa yang hadir.
Andi memuji sosok Boediono yang bersahaja dan selalu memikirkan cara agar bangsa ini bisa maju. Ia mengatakan, Boediono tak menganut paham neolib. “Pak Boediono yang membuat buku ekonomi pancasila cikal bakal ekonomi kerakyatan. Jadi, salah besar kalau Pak Boediono neolib,” jelasnya.
Kepada massa, Andi mengatakan, anak Makassar belum waktunya menjadi presiden. “Nanti semua ada waktunya, ke depan banyak anak Makassar yang bisa menjadi pemimpin. Kalau untuk 2009 yang terbaik SBY-Boediono,” katanya.
Andi berorasi sekitar 15 menit. Ia tampil bak bintang. Putra Makassar itu dielukan-elukan massa.
Dalam jumpa pers di Hotel Imperial Aryaduta seusai kampanye, Andi mengatakan dirinya menghormati JK yang dianggap sudah seperti orangtuanya. “Kami tidak pernah menyerang karena JK itu orang tua kami, JK juga adalah sesepuh orang Sulsel. Tapi maaf karena pilihan politik maka kami bebas memilih sehingga kami pun bekerja semaksimal mungkin untuk pilihan kami termasuk dalam kampanye yang bekerja 100 persen,” katanya. ARF




Buat pak SBY dan Boediono tlg jgn terlena ama kemenangan yg luar biasa tsb yg mana antara partai dan pilpres dimenangkan ole bpk berdua. Jngn sampai kbinet yg nantinya bnyak dihuni oleh org2 demokrat jd lupa daratan,mentang2 jd partai penguasa jd se-wenang2 thd rakyat. Itu kehawatiran saya,doa saya semoga pemerintahan selanjutnya lbh baik lg,amin.