Dwi Tupani [ mediaindonesia.co.id Rabu, 01 Juli 2009 14:17 WIB ] JAKARTA: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan tegas membantah pernyataan yang menyebut Gelora Bung Karno (GBK) telah digadaikan kepada asing.
“Itu sungguh tidak benar. Saya ulangi lagi, tidak benar Gelora Bung Karno digadaikan,” ujar Menkeu saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (30/6) malam.
Bahkan saat ditanya lebih lanjut kemungkinan istilah gadai tidak tepat. Sri Mulyani tetap menegaskan Gelora Bung Karno tidak digadaiakan. “Jadi, saya ulangi lagi ya, Gelora Bung Karno tidak dijadikan jaminan aset untuk obligasi syariah, sukuk atau lainnya. Tulis besar-besar ya,” katanya.
Sri Mulyani menekankan Gelora Bung Karno tetap aman dalam neraca pemerintah RI. “Jadi, ya tidak usah diperdebatkan. Wong tidak benar. Jadi, isu itu tidak perlu diperdebatkan lagi. Mending hentikan kemiskinan,” tegasnya.
Hal yang sama ditegaskan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto. Ia justru bertaruh pada siapa yang bisa membuktikan telah digadaikannya Gelora Bung Karno tersebut.
“Kita taruhan, siapa yang bisa buktikan GBK sudah digadaikan pada Timur Tengah, saya berikan gaji saya setahun,” kata Rahmat dengan nada geram.
Sri Mulyani menegaskan hal ini menanggapi pernyataan cawapres Prabowo dalam kampanye akbar Selasa (30/6) di Gelora Bung Karno menyebutkan bahwa Gelora Bung Karno yang dibangun oleh Bung Karno sudah bukan milik bangsa Indonesia lagi. Sebab, gelora ini sudah digadaikan kepada bangsa asing. (Tup/OL-06)



