[mediaindonesia.com Selasa, 23 Juni 2009 ] Bengkulu , Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bengkulu siap untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono pada Pemilu Presiden (Pilpres) yang digelar 8 Juli 2009 nanti.
“Kami dari PKS siap untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono dalam satu putaran,” kata Ketua DPW PKS Bengkulu Lukman Sp dalam orasinya ketika kampanye Pilpres yang diadakan PKS di Kota Bengkulu, Minggu (21/6).
Ia menambahkan, bentuk kesiapan tersebut PKS saat ini sudah menggerakkan mesin-mesin politiknya di setiap daerah dan sudah membentuk posko pemenangan.
Lukman mengakui selama ini banyak pihak yang meragukan PKS setengah hati untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono di Bengkulu karena hanya PKS yang tidak hadir dalam deklarasi tim pemenangan SBY-Boediono.
Namun dikatakannya ketidakdatangan PKS bukan disengaja, tapi murni keterlambatan datangnya surat undangan.
“Acara deklarasi dimulai pukul 20.00 WIB sedangkan undangan baru datang pada pukul 21.00 WIB.”
Selama ini PKS tetap konsisten untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono karena itu amanah dari pimpinan pusat.
Selain itu massa PKS tidak pernah pindah ke lain hati dan sudah menyatukan tekad untuk memenangkan pasangan tersebut dalam Pilpres 8 Juli nanti.
Lukman mengimbau kepada seluruh kader PKS untuk dapat memenangkan pasangan nomor urut dua dan bila perlu satu putaran.
“Diharapkan kader PKS dapat memenangkan pasangan SBY-Boediono dalam satu putaran karena dengan satu putaran selain menghemat tenaga juga dapat menghemat biaya.
Dengan kampanye dua putaran berapa lama lagi rakyat Indonesia baru memiliki kepastian siapa pemimpin dan berapa besar lagi keuangan negara harus terbuang percuma.
“Dengan satu putaran dapat menghemat keuangan lebih dari Rp4 triliun,” katanya.
Namun diakuinya imbauan satu putaran ini bukan berarti menganut jargon kampanye kandidat lain yakni “lebih cepat lebih baik” namun hanya untuk menghemat pengeluaran keuangan negara saja.
Sementara itu Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin pada kesempatan itu mengakui selama ini kurang yakin kalau PKS akan ikut memenangkan pasangan SBY-Boediono.
Tapi saat melihat semangat kader PKS dan mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid rela turun ke Bengkulu untuk memenangan pasangan tersebut maka keraguan selama ini langsung hilang.
Agusrin mengakui Partai Demokrat tidak akan mampu memenangkan pasangan SBY-Boediono tanpa ada dukungan dari partai koalisi pendukung. (Ant/OL-04)



