[ rakyatmerdeka.co.id Rabu, 17 Juni 2009, 00:36:27 ] Menteri Keuangan Sri Mulyani ikut-ikutan meradang dengan cap neolib. Dia menyatakan bukan seorang neolib, tapi seorang menteri yang Pancasilais. “Kalau mau dibuka dadaku, pasti merah putih,” kata Sri Mulyani pada Rapat Kerja dengan PAH IV DPD RI, di Gedung DPD, Jakarta, kemarin.
Dia jug menengaskan, apa yang dilakukannya semata-mata untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan memperbaiki birokrasi. “Kami mereformasi birokrasi, menyekolahkan staf kami, mendisiplinkan mereka, untuk bisa maju menjadi regulator yang berwibawa, dan menjaga kepentingan nasional. Itu adalah ciri-ciri negara yang benar yang melindungi kepentingan Tanah Airnya dan itu tidak liberal tapi negara yang punya aturan,” ujarnya.
Soal neolib, lanjut Sri Mulyani, adalah perdebatan musiman menjelang pemilu saja. Padahal, jelasnya, urusan asing, misalnya soal modal asing sebenarnya sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat tanpa disadari. Menkeu mencontohkan kondisi di Bali, dimana sistem ekonominya sangat diuntungkan dengan masuknya modal di bidang pariwisata. “Hampir semua hotel berkualitas saya hampir yakin bukan berasal dari pemodal di Bali dan dalam negeri. Tapi apakah itu dikehendaki masyarakat?” katanya.Menteri yang akrab disapa Ibu Ani ini menambahkan, ada sebagian pihak yang menuding postur APBN 2007 berbau-bau neolib karena mulai mengurangi subsidi.”Ada yang mengatakan ada tanda-tanda neolib dengan subsidi turun. Sekarang sudah subsidi lagi, pemerintah di negara manapun pasti mendesain policy-nya seperti itu,” katanya. JPNN



