[pikiran-rakyat.com Sabtu, 18 April 2009 , 00:02:00 ] JAKARTA, (PRLM).- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memaparkan bahwa ada empat kelemahan yang tampak berdasarkan evalusi PKS terhadap pemerintah koalisi Yudhoyono-Kalla selama ini.
Hal itu diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fachry Hamzah dalam diskusi dialektika demokrasi bertajuk “Koalisi, Siapa Dekati, Siapa Jadi” di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (17/4).
Pertama, koalisi itu telah gagal dalam mendukung koalisi di parlemen. Kedua, terjadi masalah antara Presiden dan Wakil Presiden. Ketiga, kabinet pun retak. Terakhir, evaluasi dalam pemerintahan daerah yang dinilai kebablasan.
“Koalisi lalu ada dilema di kabinet, kalau itu ditegaskan dulu dari awal, kami mau gabung (koalisi),” katanya.
Selain Fachry, diskusi menghadirkan Priyo Budisantoso (Ketua DPP Partai Golkar), Anas Urbaningrum (Ketua Partai Demokrat ), Firman Djaya Daeli (PDI – Perjuangan),
Priyo mengatakan meski keputusan tentang nasib Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla (JK) akan ditentukan pada Rapimnassus pada 23 April mendatang, namun mayoritas suara DPD Golkar dalam rapat konsultasi Kamis (16/4) malam lebih condong untuk berkoalisi dengan Demokrat .
“Memang tidak tertutup kemungkinan Golkar berkoalisi dengan PDIP, tapi mainstreamnya koalisi dengan Demokrat. Ini realistis,” kata Priyo Budi Santoso.
Alasan Golkar berkoalasi kembali dnegan Demokrat, kata Priyo, untuk terbentuknya pemerintahan yang kuat dan didukung oleh parlemen yang kuat pula. Sehingga visi dan misi pemerintah akan mendapat didukung oleh parlemen dan karena itu pembangunan akan berhasil.
“Dengan begitu, maka koalisi yang terjadi juga berwajah parlemen. Dan, Golkar akan menerima hasil pemilu ini meski dengan catatan,”tutur Ketua Fraksi Golkar DPR ini.
Ketua DPP partai demokrat Anas Urbaingrum mengatakan Demokrat sejak awal menjalankan politik terbuka bagi parpol manapun. Namun tentang kepastian siapa cawapres SBY akan ditetapkan melalui Rapimnas Demokrat pada 25-26 April mendatang.
“Rapimnas sekaligus mendeklarasikan Capres Demokrat adalah SBY. Tapi, kalau pada tanggal itu sudah ada cawapresnya, juga akan diumumkan sekalian,”tutur Anas.
Anas menghormati PDIP dan Gerindra yang sampai hari ini sudah menegaskan tidak mau berkoalisi dengan Demokrat. PDIP dipastikan akan maju sendiri bersama Megawati Soekarnoputri. Demikian pula Gerindra yang akan mengusung Prabowo Subiyanto sebagai capres. Sedangkan dengan partai yang lain seperti Golkar, PPP, PAN dan lain-lain, Demokrat masih terbuka untuk berkoalisi.
“Koalisi dengan kontrak politik yang jelas berdasarkan institusi parpol, bukan pribadi-pribadi,”kata Anas lagi.
Sementara itu Firman Jaya Daely menjelaskan jika pemerintahan presidensial mendatang tetap membutuhkan parlemen yang kuat. “Jadi, kaolisi itu suatu keharusan. Untuk itu PDIP sejak awal terus menjalin komunikasi dengan Golkar, PKS, PAN, PPP, ormas dan lain-lain,” ujar Firman. (A-109/A-130)***




mau pilih wakil siapapun tidak masalah, mau dari politikus maupun non politikus, yang penting bisa bekerja sama dan tidak banyak omong, tidak banyak komentar, hidup sby
Saya sangat berharap SBY tidak mengambil cawapres dari PKS jika ingin menang. Dan PKS-pun tidak konsisten, katanya usul agar SBY menggandeng cawapres non partai, kok sekarang malah getol memperjuangkan kadernya untuk mendampingi SBY. Gimana ni? Aku sangat kecewa dengan PKS. Hidup SBY…!
Assalamu alaikum…
Demokrat dan PKS insyaallah adalah pasangan yang serasi. Amin. Mari kita sama-sama mendoakan semoga pernikahan Demokrat dengan PKS bisa langgeng sampai tahun 2014. Bisa membawa keluarga Indonesia menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah. Amin lagi.
Terima kasih….:-)
Wassalamu alaikum
Kalo ada orang PKS yang jadi cawapres..gw pasti contreng lawannya..apapun itu.
mending PKS ga usah ikut2an dd..
jadi biarkan pertarungan berlansung fair..n biar orang yang terbaik yang memimpin negeri ini
PKS bisa menang di pilkada2 karna memanfaatkan situasi, black campaign, n jualan agama.
parah ahh…lagian kader2nya yang jadi pemimpin ga ada yang berprestasi tuu…
yang jelas pertarungan Pilpres 2009 lebih seru karena kawan lama menjadi lawan baru
YANG TERBAIK BUAT RAKYAT TERBAIK BUAT SEMUA….AMIIN …HIDUP INDONESIA
yang terbaik untuk rakyat…..itulah yang terbaik untuk semua…..!!!
hidup Indonesia
Mungkin akan lebih baik SBY menggandeng cawapres dari orang non partai. PKS tetap menjadi pendukung koalisi, dan mempersipkan menteri2nya.
Untuk PKS siapkan kader untuk menjadi Presiden 2014-2019..
Herdy07.wordpress.com
mudahan2 itu tujuannya untuk membangun bukan untuk mencari kesempatan…
Siapapun yang terpilih semoga bisa amanah menjalankan tugas memimpin negeri ini keluar dari krisis menuju masyarakat yang lebih makmur dan beradab.
menurutku seh….ya…mending sby tidak dengan JK lg kalo mo eksis…
salam,
http://bursasepatu.wordpress.com
http://planetshoes.wordpress.com
saia sih gak masalah siapa yang bakal jadi pasangan presiden, yg penting dia bisa membawa kebaikan pada negeri kita tercinta ini
http://ryanutopia.net
ahh yang penting bukan mega presidenya, PKS teruskanperjuangan dehhh..SBY good luck ajjaaa
STIE TUNAS NUSANTARA Jakarta mengucapkan Selamat Menempuh Ujian Nasional 2009, semoga ”SUCCESS” dan dapatkan BEASISWA stie tunas nusantara dengan nilai rata-rata 7,00 umur max.21 tahun lulus SMA/SMK Sederajat. Jl. Budhi No.21 Dewi Sartika Jakarta Timur 13630. Tlp. 021.32358269 / 081219062627
Bos, saya ini cuman rakyat biasa tapi saya mau coba ikutan berkomentar sedikit. Menurut saya PKS itu partai yang sangat agamis-lah dibandingin sama partai2 yang lain. Coba kita telaah lagi, pasti disetiap kantong-kantong PKS ada tarbiyahnya. Cuman, mungkin sekarang PKS lagi sedikit melenceng dibandingin dengan PKS yang dulu2. Itu dibuktikan dengan kedudukan yang menjadi orientasinya sekarang..
So, kembali ke perjuangan semula ya..
Karena syariat adalah tujuan kita..
Awas.. jangan bilang sudah tidak relevan lagi !!!
Hidup PKS..
PKS : Nafsu besar tenaga kurang, suara cuma dikit tapi NAFSU banget mau duduki wapres
Paling banyak berkoar2 semenjak sebelum kampanye, menghabiskan milyaran rupiah buat iklan TV, Koran, Radio, Baliho, spanduk, tempel2an ditembok, bendera, dll, dlsb…hasilnya? cuma 8%
Sekarang manuver2 dan pernyataan kader2 PKS jelas banget haus kekuasaan. Mulai dari mengancam keluar koalisi (padahal dulu ngaku koalisi tapi nusuk dari belakang), menjelek2kan JK dan Golkar, sampai menantang Mega Cs.
Kelakuan.
Menunjukkan kelemahan bukan berarti suatu yang jelek, justru kalau dilihat adalah sebuah proses untuk membangun kearah yang lebih baik, karena akhirnya kita tahu dimana letak kelemahan kita yang harus kita perbaiki. JAdi berfikirlah positif terhadap kritikan orang lain.
setuju bro, mending SBY gabung sama PKS, udah jelas-jelas baik… SBY itu aura pemimpinnya dapet dan suaranya yang sangat ah…. cool…. untuk megawati lebih baik dirumah aja, ngerawat suaminya, ngapain mimpi, kalau mang merasa terbaik, taun-taun kemarin kemane aja, aset negara kok dijualin…..
kalau SBY Balik lagi berkoalisi ke Golkar, gak bakal gw pilih lagi ah…
sama aja bohong…
Terlepas komposisi pasangan yang akan muncul, kalau memang kandidatnya yang itu-itu juga, artinya bangsa ini tidak pernah berubah dan tidak ada kemauan untuk berubah.
Menurut saya, koalisi partai apapun baek, asal lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Namun yang ada saat ini hanya mementingkan kepentingan pribadi dan partai saja. Sehingga ketika terjadi koalisi dan merasa tidak mendapat keuntungan, koalisi bubar di tengah jalan dan pemerintahanpun kacau. Sebaiknya SBY ambil Cawapres non partai saja.
siapapun Presidennya mohon tunjukan kepada rakyat kemampuan dan keahlian serta pengalamannya masing-masing… agar kami sebagai rakyat tidak bingung seperti pemilu kemarin…
http://www.dodiksetiawan.wordpress.com
PKS Harus Maju……..
kalo bisa koalisi sama Sby……
Ga usah lah jadi presiden …biar Sby ja yg jadi presiden….
pa lagi mega …uhhhh……..Ga dech….!!
Pemimpin tuh yang cowok…..!
emansisapi sich emansisapi..tapi jangan keblablasan…jangan mengatas namakan HAM atau kebebasan tetek bengek lah,yg namanya pemimpin hatus cowok…nah kalo mentri sich ya silahken aja.
emang Indonesia bukan negara agama…tapi harus di atur dengan agama…!!jangan kayak gusdur dechh…ga tau apa apa dia…taunya ngomel aja
asal PD dan PKS berkoalisi mengusung SBY sbg capres, siapapun cawapresnya insya Allah ok
sebaiknya sby berduet dengan dedi mizwar aja, jangan dari kalangan partai
sby-dm pasti meunang
hidup persib
lanjutkan yang terbaik untuk rakyat, sy hanyalah rakyat kecil. tapi kalau punya saran cawapresnya luar jawa, karena sejarah indonesia seperti itu, insya allah
weleh2 bukannya SBY tuh ditikam dari belakang terus sama JK, mna mau dia koalisi lagi sama JK. wong jelas dari dulu juga sampe ada yang mengatakan JK is the real president.
Sbetulnya SBY udah mandul ketika ia, di kediamannya (19/04), bilang: “… itu Kuasa Tuhan. Saya serahkan sepenuhnya kepada sejarah.”
Akan tetapi semua parpol dan capres juga berpandangan sama (seperti SBY). Padahal, pasca Rasul wafat, Allah udah tidak lagi turut campur urusan manusia.
Runyim lah jika, misalnya, kebohongan MUI dalam labelisasi atas abon babi dibilang Kuasa Tuhan. Kapan kita mau mengakui bahwa kita salah?
PKS jg banyak omong. Nikah, bagi PKS, cuma habis manis sepah dibuang
Memang enak tunjuk kelemahan pihak lain karena belum pernah memerintah. Penonton selalu merasa lebih hebat dari para pemain.
Bagi saudara Muslim jangan memilih Ulil Amri dari kalangan perempuan, apalagi pernah gagal memerintah.
Salam dari tenggara kalimantan, http://www.imisuryaputera.co.cc
Demokrat besar karena SBY????
Trus, PDIP besar karena Megawati ya…
PAN karena Amien Rais ya…
PKB karena Gusdur ya…
PKS karena ….. (aduh, bingung, ndak punya tokoh ni partai…)
Gini, ini kan MURNI politik, jadi ya wajar dong kalo Demokrat sama Golkar koalisi, kan suaranya memang signifikan. Lha PKS??? Cuma 7%, kayaknya berkaca lebih baik deh….Lagian, katanya PKS itu partai religius??? kok senang nyari kesalahan orang??? Payah, ngaji lagi sana…..
Konstituen Golkar itu Solid loh, dihujat habis2an masih aja jadi 3 besar….
Kalo demokrat punya SBY, partai lain jangan iri, cari tokoh yang bisa mendongkrak suara, jangan malah menjelek-jelekkan partai lain. Akui kekalahan, itu baru Negarawan sejati!!!
– dalam politik
tidak ada kawan atau lawan yang abadi
yang ada hanyalah kepentingan abadi
–
sebelumnya gencar diberitakan panasnya Demokrat-Golkar dalam mengklaim beberapa “kesuksesan” pemerintah. kini mesra-mesraan. dan yang pencilan satu, makin keliatan oportunisnya.
Ah, PKS banyak omong…….banyak gaya, cuma mau ama yang pasti menag aaj, payah
http://engeldvh.wordpress.com
calon cawapres Non jawa sapa yah selain JK?
ya………betul sekali………………
klo SBY duet lagi m JK,,g d perubahan deh kyaknya,,
q g ngramal se,,
pi kyanya seperti itu deh…
dari awal pemilu JK kan dah akrap tu m Bu Mega,,
JK duet j m Bu Mega,,MSP-JK
(Megawati soekarno Putri-Jusuf Kalla)
kan keren tuh,,,,,,,,,,
klo pak SBY cocoknya duet sama kader2 PKS,, ya seperti Bapak Hidayat Nur Wahid………
menurut q akan jadi pasangan fenomenal dan Insya Allah dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik…
Amin…………..
salam kenal !!
relawan …………………..
Sharing ya massss………
Karena aturan ya mau tidak mau harus koalisi.
Pada prinsipnya koalisi = sharing politik. Sharing antara 2 atau lebih partai dengan visi dan misi partai yang berbeda tentunya memendam masalah.
Dibutuhkan jiwa-jiwa besar untuk sebuah koalisi yanng mengedepankan kepentingan rakyat negeri ini ketimbang kepentingan partai semata.
Ini bagian tersulit — sesulit menerima alasan kenapa harus melakukan koalisi sesudah mendapatkan suara hasil pemilu kurang memuaskan. Kenapa tidak lakukan saja koalisi partai sebelum melakukan pemilu yang perlu ditingkatkan menjadi merger tau grouping partai — sehingga ke depan tidak perlu lagi partai yang bejibun itu yang bikin bingung yang bikin banyak persoalan. Alam telah mengajarkan pada akhirnya partai banyak yang tersaring dengan perolehan suara yang buruk.
Akankah harapan untuk pemilu selanjutnya ada keputusan yang tegas dan berani : bahwa partai perserta Pemilu cukup 3 saja, misalnya — sehingga tidak perlu ada lagi koalisi di masa depan.
Bagaimana jika 8 partai berkoalisi melawan demokrat diujung yang lain? Bagaimana perasaan para pemilih dan pejuang demokrat?
klo sby ngmbil jk lagi sebagai wakilnya, pemerintahannya g’ akan ada perubahan sama seperti 5 thn yg lalu. klo mau perubahan dalam pemerintahannya sby, ganti dong waakilnya psling tidak ngambil dari kader2nya PKS. inya Allah amanah
yang jelas GOLKAR sekarang cuman nyari aman, sing penting pejabatnya bisa jadi menteri atau apalah namanya padahal kalau PD dan berani kenapa ga nyalonin aja jadi Capres, sayang banget gembar gembor iklan selama ini ternyata kebohongan publik…
Seharusnya para fungsionaris Golkar memahami para pemilih partai ini karena ada keinginan agar pemimpinnya jadi Presiden tapi sayang kalah sebelum berperang
SBY-HNW pasangan terbaik untuk Pilpres 2009!
bosan….
kekuasaan terus yg dibicarakan…
indonesia tidak akan hancur kalau bukan sby presidennya
indonesia sudah merdeka lebih dari 60 th
dan sudah mempunyai 200 juta lebih penduduk. Kasihan kalau hanya sby terus yg dianggap bisa..kemana yg 199.999.999 lebih lainnya.
utk demokrat orang tidak lihat calegnya tapi sby jadi jangan terlalu sombong, biar sby di golkar, di pks, pdi, pbb atau yg lain pasti akan naik itu suara partainya makanya demokrat jangan terlalu sombong…
hmmmm…. gak peduli mo koalisi dengan siapa… yang penting bagi rakyat…. kehidupan semakin lebih mudah dan berpihak sama rakyat… jika tidak…. maka sama saja mengkhianati rakyat yang telah memilihnya!
sedih deh,,padahal Q pengen banget PD berkoalisi dgn Gerindra,,,Seandainya negara ini dipimpin kyak pak SBY ngan Pak Prabowo mungkin akan lebih sukses dimata dunia,,,
LAnjutkan Pak SBY,,,,
Kami Mendukung selalu…
Pak sby wapresnya dari pks aja, biar gak ngomel terus..
mau ngomong terus terang malu kan, ,
Saya kira duet SBY-JK untuk 5 tahun mendatang memang harus di rombak agar pergerakan bangsa ini jauh lebih produktif. Karena 5 tahun kebelakang bisa menjadi pelajaran bagi kita semuanya untuk bisa menilai apa yang terbaik bagi bangsa ini kedepan.
setuju dengan diatas^
caleg demokrat sangat dibantu dengan kebesaran SBY
secara pribadi saya nggak kenal tuh dengan caleg dari demokrat kemarin, tapi karena ingat SBY, akhirnya
ta’ contreng juga hehehehe…
soal koalisi, saya kira tanpa PKS pun, pemerintahan SBY tetap solid, asal wapresnya JK atau Amien Rais.
sukses buat SBY.
Mudah2an SBY dan Konco-konconya bisa konsisten jika terpilih. ra mencla mencle… beruntung di akhir kekuasaan, menjelang pemilu ada ANGIN SURGA. Rakyat Terbius milih Demokrat SBY… Kader Demokrat sendiri Bingung.. Kok bisa ya.. kerja sedikit dapat suara banyak. jadi Aleg.. padahal Caleg2 partai lain Habis-habisan Temu Warga. ini namanya Bejo..